Matahari dan Bunga

—Sejin, Jinhyuk.

;

Eksistensi Lee Jinhyuk, bagi Lee Sejin, bukan hanya sekadar berharga. Lebih dari itu, keberadaan Jinhyuk adalah kebutuhan. Sesuatu yang kodrati.

Dia laksana matahari, menyinari dan membagikan kehangatan untuk semesta. Termasuk Sejin. Sejin seperti bunga matahari yang perlu anugerah hangat surya agar tak mati. Ia tidak bisa tanpa Jinhyuk. Tidak bisa memikirkan hidupnya tanpa Jinhyuk ambil andil di dalamnya.

Tapi, perasaan Sejin tidak egoistis. Sebagaimana bunga matahari, Sejin tidak masalah berbagi kehangatan Jinhyuk dengan objek lain. Dengan subjek lain. Sejin sudah cukup dengan dapat menjadi salah satu yang mereguk kehangatan itu. Rasa damai itu. Bagi Sejin, melihat lengkung senyum terbit dari ujung bibir Jinhyuk sudah cukup. Ia tidak perlu menjadi alasan mataharinya bahagia, walaupun, jika itu terjadi, ia tentu sangat berlega hati.

Sejin akan selalu menjadi bunga matahari. Selalu memandang sang mentari tiada kenal lelah. Ia tidak punya upaya untuk berhenti dan ia juga tidak ingin.

Baginya, begini saja sudah cukup.